Siap Maju Jadi Bupati Barsel
01-09-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

Oleh: Lismudi

 

Bermodal pengalaman di bidang usaha kontraktor dan dua kali duduk di lembaga legislatif, H Jarliansyah, pengusaha sukses asal Barito Selatan, menyatakan akan maju dalam bursa pencalonan Bupati Barsel periode 2011-2016. Apa motivasinya?

Jarliansyah merupakan asli putra daerah. Ia lahir di Desa Teluk Betung, Kecamatan Karau Kuala, 55 tahun lalu. Dalam kesehariannya, ia selalu berpenampilan rapi, perlente, tapi ramah kepada setiap orang. Karena dekat dengan masyarakat, barangkali hanya sedikit masyarakat Barsel yang tidak mengenalnya.

Kedekatan Jarliansyah dengan warga dibuktikan dengan terpilihnya dia dua kali menjadi anggota DPRD Barsel, periode tahun 1999-2004, kemudian pemilihan anggota legislatif tahun 2009.  Artinya, figur Jarliansyah cukup diperhitungkan di kancah perpolitikan Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus.

Atas keinginan hati nurani, lebih-lebih atas dorongan aspirasi masyarakat, serta sebagai pengusaha yang sukses, lebih dari cukup sebagai modal awal Jarliansyah untuk menuju kursi kepala daerah, yang akan berlangsung kurang lebih sembilan bulan lagi.

Bapak tiga orang anak buah perkawinannya dengan tercinta Sri Wahyuni itu, dikenal sangat dermawan pada masyarakat. Apalagi, terhadap penduduk di tempat kelahiranya, Kecamatan Karau Kuala. Jarliansyah tidak sungkan-sungkan membantu kesulitan masyarakat yang kehidupannya berkekurangan.

Ketika berbincang dengan Tabengan di ruang kerjanya, baru-baru ini, Jarliansyah mengaku cita-citanya dulu ingin menjadi guru. Setamat SMA Negeri Buntok, 1974, ia melanjutkan ke sekolah guru, PGSLP di Tamiang Layang, Bartim, dan berhasil lulus. Namun, karena perjalanan waktu, teori dengan kenyataan berlainan.

Menurut Jarliansyah, Kabupaten Barsel sebenarnya kaya akan sumberdaya alam (SDA) dan potensi sangat banyak, namun belum tergali dan kembangkan seluas-luasnya. Kalau potensi yang ada itu dikebangkan, tentu dengan ketelibatan semua elemen masyarakat Barsel, dalam arti yang seluas-luasnya. Masyarakat jangan lagi hanya sebagai penonton, tapi merasa turut serta membangun dan menikmatinya.

Langkah pertama dilakukan, katanya, bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat, sehingga ikut bertanggungjawab untuk membangun Kabupaten Barsel. Apalagi, Barsel masih tergolong kabupaten yang kurang beruntung dari segi kemajuan di segala bidang dibanding kabupaten lain di Kalteng, padahal kaya sumberdaya alam.

Penduduk Barsel berjumlah 125.775 jiwa lebih, dan terbagi enam kecamatan dengan luas wilayah 8.830Km. Artinya, wilayahnya sangat luas dan memiliki potensi lahan produktif sangat luas pula, yang bisa menambah kesejahteraan rakyat.

“Apalagi, Barsel sudah dikenal masyarakat luar Kalimantan dengan hasil perkebunannya, seperti rotan dan karet, pertanian, dan adanya batu bara. Semua itu bisa menjadi produk andalan di masa mendatang,”  ungkap Jarliansyah.

Barsel juga banyak memiliki kekayaan alam di bidang prawisata. Bila dikembangkan secara profesional tentu akan mendapatkan penghasilan dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih-lebih dengan akan berfungsinya Jembatan Kalahien, akan sangat

berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi di Barsel. Kabupaten Barsel merupakan lintas empat kabupaten dan provinsi, dengan sendirinya lapangan kerja sangat terbuka lebar dan tumbuhnya usaha-usaha baru masyarakat.

Jarliansyah berpendapat, ada tiga pilar untuk membangun daerah Barsel agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, perlu dipikirkan oleh instansi terkait peningkatan di bidang pelayanan, peningkatan daya  beli masyarakat, dan daya saing daerah.

 

Biodata:

Nama     : H Jarliansyah

Lahir                       : Karau Kuala, Barito Selatan, 11 Februari 1955

Istri                         : Sri Wahyuni

Anak                       : Susanti

                                  Silvia Lasmini

  Anisa

Pekerjaan             : Anggota DPRD Kabupaten Barsel

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010