Harga Ayam Potong di Pasaran Anjlok
28-01-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


SAMPIT


Merebaknya isu flu burung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah warga Sampit mengurangi konsumsi daging ayam untuk makanan sehari-sehari. Akibatnya harga ayam potong anjlok.

 

Sejak adanya kasus tersebut, warga di Kota Sampit khawatir, ayam-ayam yang dijual di pasaran terkontaminasi penyakit flu burung, hal itu tentu saja berdampak terhadap penjualan harga ayam potong di sejumlah pasar di Kota Sampit. Jika sebelumnya, harga ayam potong sebesar Rp40 ribu per kilogramnya, kini harga ayam turun menjadi Rp24 hingga Rp25 ribu per kilogramnya.

Tati, salah seorang ibu rumah tangga di Sampit mengatakan, dirinya maupun keluarga saat ini takut untuk mengonsumsi daging ayam, dan untuk sementara beralih mengonsumsi ikan.

Senada dengan Tati, Erna (28) juga mengungkapkan kekhawatirannya membeli ayam potong,  padahal dirinya setiap hari harus memenuhi kebutuhan daging ayam untuk pasokan warung makan miliknya.

“Perasaan khawatir memang ada, tapi mau bagaimana lagi, sebab saya perlu ayam untuk keperluan warung makan, namun setidaknya saat ini saya lebih berhati-hati membeli seperti dengan mengecek kondisi ayam yang ingin dibeli terlebih dahulu,” kata Erna kepada Tabengan, Jumat (27/1).

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan dan Hewan Distanak Kotim Ir Bima Eka Wardana mengatakan, pihaknya juga tidak  bisa memastikan secara pasti ayam potong yang dijual di pasaran bebas dari penyakit terutama flu burung, sebab penyebaran ayam di Kotim mencapai angka ribuan per harinya. Namun demikian, Bima mengaku, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menggelar razia ayam yang masuk dari luar secara ketat. “Kita juga cek surat keterangan sehat dari daerah asal ayam,” kata Bima kemarin.

Bima menjelaskan selain telah mengeluarkan surat edaran, pihaknya juga memberikan informasi kepada masyarakat langkah-langkah apa yang harus dilakukan di antaranya selalu meneliti ketika hendak membeli ayam. Kemudian memastikan ayam yang dibeli merupakan ayam dengan kondisi yang sehat.

Bima menambahkan, agar terhindar dari konsumsi ayam yang sakit, masyarakat harus mengetahui ciri-ciri ayam yang sehat misalnya, warna daging putih pucat, bagian otot dada dan otot paha terasa kenyal, bau agak amis sampai tidak berbau.  Sementara untuk ayam yang sakit, warna daging agak kebiru-biruan, namun agar lebih memastikan ayam tidak terjangkit penyakit, masyarakat harus merebusnya terlebih dahulu dengan air mendidih selama beberapa menit. c-may

 

 

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010