Pagu Raskin Disesuaikan Jumlah RTS
30-Jul-2010 06:56
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang dikategorikan sebagai miskin, baik hampir, sudah dan sangat miskin di Kalteng menurut BPS Kalteng sejumlah 138.341 RTS.

Hal ini seharusnya mengubah pola permintaan pagu beras jatah orang miskin (raskin) juga turun.

Padahal semester pertama pagu itu masih 13 kg/RTS/ bulan. Tetapi justru dalam semester kedua Pelaksanaan Program Raskin Kalteng naik menjadi 15kg/RTS/bulan.

Penyamaan persepsi itulah yang akan dibahas dalam rapat evaluasi untuk masukan perencanaan pemerintah untuk tahun 2011.

Demikian hasil Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Raskin Semester I Tahun 2010 yang diadakan Divisi Regional Bulog Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kamis (29/7) kemarin.

Rapat evalusasi dipimpin Kadivre Bulog Kalteng  Sugiatna beserta jajaran pemda dari 14 kabupaten/kota se Kalteng yang menangani masalah raskin tersebut.

Angka kemiskinan di Kalteng relatif menurun. Data yang dirilis  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng WS Dantes Simbolon mengatakan tahun 2010 persentase orang miskin jadi 6,77 persen, jauh di bawah angka nasional sekitar 13 persen.

Dantes Simbolon diundang Bulog untuk memaparkan updating data jumlah orang miskin dan RTS yang menjadi acuan penyediaan stok pangan Kalteng ke depan.

Penyaluran raskin memainkan peran penting dalam penanggulangan kemiskinan oleh karena dengan adanya beras yang terjangkau oleh sebagian masyarakat berpenghasilan rendah dapat menjamin ringannya pengeluaran untuk kebutuhan pangan.

Hal ini untuk menjaga aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok sebagai hak asasi setiap orang.

Jumlah RTS di Kalteng menurut data yang sudah mendapatkan 21,581 juta kg raskin selama periode Januari hingga Juni 2010. Total dana penyaluran yang dibayarkan per 30 Juni adalah Rp17,146 miliar.

Walaupun masih ada beberapa kabupaten yang belum melunasi pembelian itu, sebagaimana dinyatakan Sugiatna, yaitu sekitar Rp2,654 miliar, seperti dari Katingan dan Kotawaringin Timur (Kotim).

Akan tetapi hal itu sudah otomatis diperhitungkan Bulog Kalteng sebagai piutang untuk permintaan pagu raskin baru di semester kedua nanti.

Bulog bersama dengan pemda berusaha mencapai target enam tepat dalam penyaluran raskin ini, yaitu tepat stok, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat anggaran. Stok raskin sendiri tidak sama dengan cadangan bencana alam.

Masing-masing kabupaten dicadangkan 100kg/bulan untuk penanggulangan bencana, sementara untuk provinsi 200 kg/ bulan. Sementara untuk cadangan keseluruhan Divre Kalteng Bulog sudah membeli gabah dari petani sebanyak 5.778 ton GKG hingga Juni 2010.

Sugiatna juga siap mengantisipasi masih begejolaknya harga beras selama bulan puasa Agustus 2010 nanti, sehingga setiap waktu dapat dilepas ke masyarakat. cps

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010