Belum Terlihat Kenaikan Penumpang
24-Aug-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 H,  belum terlihat adanya kenaikan jumlah pengguna jasa travel dan penyewaan kendaraan (rental) di Palangka Raya.

Rata-rata pengelola kedua jenis usaha jasa transportasi itu menyebut kenaikan jumlah konsumen baru terjadi pada sepuluh hari (H-10) sebelum Idul Fitri..

Pengelola CV Sumertha Sari di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Gatot, Senin (23/8) menyebut belum ada kenaikan permintaan dari penumpang travelnya. Dikatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, kenaikan baru terjadi seminggu sebelum hari raya. Gatot menyebut, penumpang yang ke Banjarmasin dipastikan akan menjadi yang terbesar..

Sementara Ita pengelola CV Wisana Angkasa di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, juga mengakui hal serupa. “Kami perkirakan antara H-10 hingga H-7 baru ada kenaikan permintaan baik pembelian langsung atau pemesanan,” ujarnya.

Demikian pula pengelola Rental Mobil Reyhan di Jalan H Ikap, Rahman, mengakui penggunaan mobil sewa masih seperti hari biasa.

Ia menyebut nanti antara empat atau tiga hari sebelum Lebaran baru stok mobil terpakai para pemudik. Harga sewa mobil jenis Toyota Avansa Rp300 ribu (di luar sopir dan BBM). Sedangkan untuk jenis Toyota Innova seharga Rp350 ribu.

Sebelumnya, kekurangan calon penumpang juga dialami oleh maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Tjilik Rwitu Palangka Raya, sehingga membuat mereka mengurangi frekwensi penerbangan pada Ramadan 1431 H ini.

Menurut Kepala Bidang Transportasi Udara Dishubkominfo Kalteng Kasturi, maskapai Sriwijaya Air menghentikan penerbangan pada 18, 20, 21, 22, 24, 26, 28 Agustus 2010, sedangkan Lion Air tidak beroperasi pada 10 September 2010.

Ia mengatakan, untuk Garuda Air yang sebelumnya dua kali terbang, menghentikan salah satunya sejak 10 Agustus sampai dengan 5 September 2010.

"Penghentian penerbangan sementara rute Palangkaraya-Jakarta tersebut disebabkan jumlah penumpang yang datang dan bepergian tidak seimbang, sehingga pihak maskapai berpikir daripada harus rugi lebih baik menghentikan sementara kegiatan operasionalnya," ucap Kasturi.

Namun Kasturi memperkirakan, hal tersebut karena saat ini masih belum terjadi lonjakan arus mudik, dan jadwal itu akan berubah sewaktu-waktu apabila jumlah permintaan keberangkatan mulai membludak.
Meskipun jumlah penumpang pada Ramadan kali ini lebih sedikit dibandingkan pada tahun lalu, jumlah penumpang yang berangkat dari Palangka Raya untuk 2010 akan meningkat dari 2009 yang hanya 325.793 orang menjadi 420.272 orang. cps


 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010