Kakek Tewas Usai Tiduri PSK
30-08-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Seorang kakek berinisial IS (80), warga Jalan Kalimantan Palangka Raya, tewas di sebuah kamar pekerja seks komersial (PSK) di Kafe Lestari, di kompleks prostitusi Bukit Sungkai, Jalan Tjilik Riwut Km12 palangka Raya, tadi malam sekitar pukul 18.45 WIB. Penyebab kematian diduga akibat serangan jantung, apalagi selama ini korban mengidap hipertensi (darah tinggi).

Data terhimpun di lapangan, sore sekitar pukul 16.00 WIB, korban datang ke lokalisasi diantar ojek langganannya. Selanjutnya korban menuju Kafe Lestari menemui seorang PSK berinisial MF (31). Informasinya, MF adalah langganan korban dan baru tiga hari pindah ke Kafe Lestari. Sebelumnya, MF bekerja di kafe lainnya yang masih berada di lokalisasi tersebut.

Begitu bertemu MF, korban masuk kamar. Selanjutnya usai ‘main’ dengan MF, korban ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah cukup lama di kamar mandi, MF mulai curiga karena tak terdengar bunyi cipratan air.

Dia lalu memeriksa ke kamar mandi. Begitu pintu dibuka, wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ini langsung kaget melihat korban tergeletak di lantai kamar mandi tak sadarkan diri, masih dalam kondisi bugil.

Mengetahui hal itu, MF keluar minta tolong memberi tahu tukang ojek langganan korban yang lagi berada di luar. Dibantu beberapa warga setempat tubuh korban dipapah ke ranjang. Saat itu dia masih bernafas, namun tak lama kemudian meninggal dunia. Kontan kejadian itu menghebohkan penghuni lokalisasi.

Warga berusaha menghubungi keluarganya lewat telepon seluler (ponsel) milik korban, memberitahukan kejadian itu. Begitu ponsel tersambung, yang menerima anak korban. Mengetahui kematian ayahnya, beberapa anak korban datang ke tempat kejadian. Tak lama, patroli polisi Sat Samapta dan Reskrim dipimpin Kasat Reskrim AKP Yuspandi Usman SIK, datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi sementara tak ditemukan bekas kekerasan di tubuh kakek yang sudah setahun ditinggal mati istrinya ini. Untuk sementara kematian korban murni karena penyakit yang dideritanya.

Sementara dari kamar tersebut, polisi mengamankan uang Rp215 ribu, KTP, satu keping obat Isosorbide Dinitrate, dan dua gelas Bir Bintang

Satu gelas bir sudah habis diminum yang lain masih penuh. Begitu juga obat, satu butir sudah terbuka seperti habis diminum.

Setelah berembuk dengan pihak keluarga korban, akhirnya diputuskan jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Kalimantan menggunakan mobil ambulan. gie/dka

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010