Lagi, Seorang Kakek Gantung Diri
31-08-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

KASONGAN

Dalam beberapa bulan terakhir terjadi empat kejadian bunuh diri dengan cara gantung diri di Kasongan, Kabupaten Katingan. Kali ini dialami seorang kakek ditemukan tewas dengan cara menggantung diri.

Diduga karena tidak kuat menahan sakit yang dideritanya, seorang kakek, Dali (78), warga Jalan Antang Kelurahan Kasongan Baru Kecamatan Katingan Hilir ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya dengan meninggalkan dua pucuk surat yang ditaruh di dalam saku celananya.

Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri sekitar pukul 19.00 WIB, Senin (30/8). Karena, sekitar pukul 20.00 WIB, ia ditemukan kedua cucunya, Ebeb (28) dan Jeprius (16).

Penemuan jasad korban diawali kecurigaan Ebeb. Pasalnya, tidak seperti biasanya sang kakek mematikan lampu baik dapur maupun ruangan tengah.

Dari rasa curiga tersebut Ebeb dan Jeprius yang rumahnya bersebelahan, mengintip lewat celah dinding rumah yang terbuat dari papan karena pintu dan jendela dikunci dari dalam. Dengan mengunakan senter Ebeb melihat kakeknya tergantung dengan mengunakan seutas tali.

“Saya curiga karena kakek tidak ada suara batuknya. Biasanya malam hari kakek batuk dan lampu ruangan dihidupkan,” ujar Ebeb.

Menurut Ebeb, kakeknya sudah lama menderita asma atau sesak napas. Kemungkinan karena penyakit itulah korban yang tingal sendirian, nekat mengakhiri hidupnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Katingan Hilir. Petugas lalu meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Usai melakukan olah TKP, petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Katingan Hilir Iptu Beddy Suwendi membawa jasad korban ke RSUD Kasongan untuk dilakukan visum mengetahui penyebab kematiannya.

Saat melakukan olah TKP petugas menemukan dua pucuk surat di dalam saku celana korban yang bertuliskan dalam bahasa dayak: Aku Dali, Mulih Landang ewen due sawa hapa juhu manuk ayungku (Aku Dali, Mulih Landang dan istrinya memakan lauk ayam milikku) dan kedua pucuk surat tersebut tulisannya sama.

Kejadian tersebut menjadi perhatian warga sekitar, karena hampir ratusan warga Kasongan Baru keluar rumah ingin menyaksikan aksi nekat sang kakek mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Informasi terhimpun, ternyata korban sudah berulang kali mencoba melakukan tindakan serupa, namun gagal. c-sus

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010