Penipuan Dengan Modus Surat Berharga Marak di Barut
30-07-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

MUARA TEWEH

Aksi penipuan sudah merambah Muara Teweh, Kabupatehn Barito Utara (Barut). Modus operandi, pelaku menebar surat berharga  di beberapa jalan, seolah-olah barang tersebut tercecer.

Seperti dialami Abdul Khalik (42), warga Jalan Bangau, Kelurahan Melayu, Muara Teweh. Ketika dia melintas di Bundaran Air Mancur menuju ke Jalan Durian,  menemukan satu amplop warna kuning dilapisi dengan plastik.

Setelah dibuka di rumah, ternyata isinya surat berharga berupa cek  dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) besar yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung, Bali.

Dalam lembaran  SIUP, tertera nama  perusahaan dari PT Express Artha Bali, lengkap dengan alamat perusahaan, NPWP, modal usaha senilai Rp20 miliar dan nomor telepon serta gambar pemilik SIUP. Sementara pada cek dari BCA senilai Rp2,7 miliar.

Abdul Khalik merasa ganjil dengan barang yang ditemukan itu. Pasalnya, tidak mungkin barang berharga bisa tercecer, apalagi dengan surat berharga  yang jumlahnya miliaran rupiah bisa tercecer di jalan. Sedangkan alamatnya di luar Pulau Kalimantan.

“Saya merasa aneh dengan barang yang ditemukan itu. Kenapa  tercecernya di Muara Teweh, padahal alamat pemilik SIUP dan cek dari Kabupaten Badung, Bali,” ujarnya, kepada Tabengan, Kamis (29/7) siang.

Menurutnya, praktik ini adalah modus penipuan, supaya si-penemu barang langsung menghubungi pemilik, dengan iming-iming imbalan. Setelah itu baru pelaku meminta barang tersebut dikembalikan dengan negoisasi melalui rekening milik warga yang menemukan barang berharga itu.

“Beruntung kena orang yang cepat mengerti, kalau kena masyarakat yang belum tahu modusnya, mungkin bisa kena tipu. Saya berharap masyarakat di Barut supaya hati-hati jika menemukan barang yang aneh di jalan,” imbaunya.

Terpisah Sumihar Sitompul juga mengaku ada melihat warga menemukan barang berharga. Tapi tidak berbentuk cek melainkan surat tanah  atau sertifikat dengan kwitansi  berjumlah jumlah uang miliaran rupiah.

“Kejadian itu sama saja dialami warga di daerah komplek perumahan saya. Modusnya sama yakni barang berharga tercecer di jalan,” katanya. C-mie

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010