Polisi Sudah Endus Pelaku Curas PT KHS
30-07-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Petugas Sat Reskrim Polres Palangka Raya terus menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Direksi KEET PT Karya Halim Sampurna (KHS) pada Selasa (27/7) dini hari. Polisi sudah memeriksa semua karyawan Direksi KEET itu untuk dimintai keterangan, termasuk dua penjaga malam yang dianiaya dan disekap.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, keterangan saksi, dan melihat modus yang dilakukan pelaku, yakni dengan sasaran komponen alat berat, polisi sudah mendapat titik terang siapa pelakunya.

“Anggota kita sudah bergerak di lapangan dan sudah mengendus siapa pelakunya. Mungkin tak lama lagi pelakunya berhasil kita tangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Yuspandi Usman SIK, Kamis (29/7). Kasus perampokan yang terjadi di Jalan Mahir Mahar lingkar luar itu, lokasinya memang memungkinkan pelaku untuk beraksi. Karena lokasinya terletak di pinggiran kota dan tidak terjangkau patroli polisi”.

Yuspandi menambahkan, diduga pelaku pemain lama yang mengetahui seluk-beluk tentang kegunaan dan pemasaran komponen alat berat.

Sementara itu, kasus pencurian dengan sasaran rumah kosong belakangan ini juga makin meningkat. Hampir setiap hari Polres Palangka Raya menerima laporan pencurian. Selain rumah, tempat kos (barak) juga menjadi sasaran empuk pelaku pencurian.

Menurut Yuspandi, selama satu minggu ini sudah ada 15 laporan pencurian, itu belum termasuk mereka yang tidak melapor resmi ke pihak kepolisian.

“Sasaran pencuri rumah kosong yang ditinggal penghuninya kerja. Dari data laporan yang masuk, kebanyakan pencuri beraksi pada pagi dan siang,” ujar Yuspandi.

Untuk meminimalisir semakin merajelalelanya para pelaku, pihak kepolisian akan menambah jam patroli bagi anggotanya untuk memantau kawasan yang rawan terjadi tindak pidana, terutama pencurian, dan akan menambah jumlah personel yang patroli.

“Diimbau kepada masyarakat, terutama yang rumahnya kosong ditinggal kerja, agar memperketat pengamanan rumahnya, seperti menambah kunci pengaman pintu dan jendela. Paling tidak cara ini bisa menghambat pelaku untuk leluasa beraksi,” ujar Yuspandi. gie

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010