Aktivis Prodemokrasi Kecam Jenderal Than Shwe
29-07-2010 00:37
Harian Umum Tabengan,  

NEW DELHI

Pemimpin junta militer Birma Jenderal Than Shwe mendapat penyambutan karpet merah di New Delhi. Sementara India mengupayakan hubungan yang lebih erat dengan Birma.

Jenderal berumur 77 tahun itu bertemu dengan PM Manmohan Singh dan akan menandatangani beberapa perjanjian untuk meningkatkan perdagangan dan kerjasama pertahanan antara kedua negara.

Kelompok-kelompok hak asasi mengecam India karena mengikat perjanjian dengan Birma, mengingat pemerintah Birma terus menindas lawan-lawan politiknya.

Para aktivis pro-demokrasi Birma, Rabu (28/7), melakukan demonstrasi di New Delhi memrotes kunjungan Than Shwe.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia mengritik tajam kunjungan Jenderal Than Shwe yang disebut sebagai pengkhianatan terhadap reputasi India sebagai negara demokrasi.

Penerimaan atas kunjungan Than Shwe juga dianggap sebagai pengakuan secara tersirat India terhadap pemerintah diktator militer Birma.

India dan Birma akan bekerjasama dalam memberantas penyelundupan di sepanjang perbatasan kedua negara. India, yang mengimpor bahan bakar, juga berminat pada cadangan gas Birma yang sangat besar.

Penguasa militer tertinggi Birma ini, memulai lawatan lima harinya ke India, bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara bertetangga itu.

Jenderal senior Than Shwe memulai lawatannya di Gaya, lokasi kuil dan tempat ziarah di India Timur yang penting bagi umat Hindu dan Budha.

Dari Amerika Serikat dilaporkan, Pemerintahan Barack Obama berharap agar India mengirim pesan yang jelas mengenai hak azasi manusia ketika pemimpin militer Birma itu, berkunjung ke New Delhi.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika  P.J. Crowley mengatakan, India sebaiknya memberitahu pemimpin Birma itu bahwa Birma perlu berubah arah.

Ia mengatakan, penguasa militer Birma perlu diberitahu bahwa mereka harus berdialog secara konstruktif dengan oposisi dan kelompok-kelompok suku lain di Birma.

Birma mempunyai tanggung jawab untuk melindungi kawasan itu terhadap risiko penyebaran nuklir.  b-com

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010