Dedi, Tuna Daksa dengan Prestasi Nasional
08-11-2011 00:00
Harian Umum Tabengan,  


 

Mempunyai kekurangan bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi. Inilah yang tercermin dari sosok Muhammad Dedi Hermawan, siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Palangka Raya, peraih juara harapan III lomba desain grafis tingkat nasional dan juara VI lomba Sains.

 

Siswa kelas III SMA Luar Biasa ini menebarkan senyum saat Tabengan menyapanya. Sekilas memang tidak terlihat kekurangannya, tetapi ketika melihat jari tangannya tampak kaku, baru diketahui dia menderita cacat daksa. Apalagi saat bicara lidahnya tampak kaku, perkataan pun susah dicerna, sehingga setiap orang yang bicara dengannya harus memerhatikannya dengan cermat untuk dapat memahami kata demi kata yang diucapkannya.

Cacat atau sering disebut tuna (kelainan) daksa ini merupakan kelainan yang meliputi cacat tubuh,  kerusakan pada fisik, dan kesehatan. Kelainan ini disebabkan kerusakan otak dan saraf tulang belakang.

Tetapi kurangan yang diderita Dedi tidak menghilangkan respons yang dimilikinya, sehingga dia tetap tanggap terhadap lingkungan di sekitarnya, termasuk alat-alat elektronik yang canggih, seperti komputer.

Senyumnya yang selalu merekah, menandakan adanya kepercayaan diri. Karena itu, meski memiliki kekurangan Dedi mampu meraih prestasi tingkat nasional.

Dedi yang lahir pada 28 Agustus 1991, di Kuala Kapuas ini, mampu bersaing dengan peserta dari 32 provinsi lainnya di ajang lomba desain grafis untuk penyandang cacat nasional. Menjadi salah satu nominasi desain grafis tingkat nasional, tentu Dedi terlatih menjalankan program photoshop.

“Lombanya April 2011, saya mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan. Senang rasanya memperolehnya,” kata Dedi dengan suara berat dan lambat, Senin (7/11).

Karena kemampuannya di bidang komputer ini, Dedi dipercayai menjaga warnet SLBN 1 Palangka Raya.

Tidak hanya itu, Juni 2011, siswa yang memiliki keterbatasan dalam berbicara ini, mendapatkan peringkat VI dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika di tingkat Nasional. Dedi mampu bersaing dengan peserta dari 33 provinsi lainnya dan meraih juara VI.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya Ikhwanudin mengatakan, kemampuan siswa tuna daksa seperti Dedi ini bisa memotivasi siswa-siswa yang kondisinya normal untuk mampu berpartisipasi.

“Siswa yang berkebutuhan khusus bisa berprestasi, masa anak yang normal lengkap kondisi fisiknya tidak bisa mengukir prestasi,” kata Ikhwanudin saat berada di SLBN 1 Palangka Raya, kemarin.

Sementara itu, Kepala SLBN 1 Palangka Raya Lilis Lismaya mengatakan, Dedi juga menjalani seleksi yang dilakukan pihak sekolah dan ditahap berikutnya, sehingga sampai ke ajang nasional.

“Dia juga dibekali pengetahuan oleh guru-guru, untuk menguasai program desain grafis seperti photoshop,” kata Lilis.

Ternyata, Dedi mampu menyerap pengetahuan program komputer yang disampaikan gurunya. Melihat prestasi Dedi, Lilis mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah. Selain itu, kepada siswa-siswa lainnya, Dedi dapat menjadi contoh agar mempunyai motivasi untuk berprestasi. dedy/cholid

 

Nama                                      :Muhammad Dedi Hermawan

Tempat Tanggal Lahir          :Kuala Kapuas, 28 Agustus 1991

Agama                                   : Islam

Alamat                                    : Jalan Pelatuk I, No.061

Hobi                                        :Main Komputer dan Bersepeda

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010