![]() |
|
|
||
|
||
|
||
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA Usai melaksanakan orientasi kampus, pekan lalu, sebanyak 50 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Palangka Raya (Unpar), kini mulai mengikuti kegiatan matrikulasi. Program matrikulasi dilaksanakan selama enam hari, Senin (23/8) hingga Sabtu (28/8), di Kampus PSPD Unpar Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan pelajaran tambahan untuk menyetarakan pengetahuan peserta didik agar dapat mengikuti program pendidikan yang akan diikuti. Ketua PSPD Unpar Dr Ernie H Purwaningsih MS menjelaskan, fokus matrikulasi yaitu mengenai pendidikan dasar tentang pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi yang lebih ditekankan pada pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam kegiatan matrikulasi juga dilaksanakan pendidikan berkomunikasi yang baik, dengan jumlah dosen yang mengajar di PSPD Unpar sebanyak 19 orang. Sementara perkuliahan sendiri, mulai aktif awal September 2010. “Jumlah SKS yang akan ditempuh mahasiswa di Program Studi Pendidikan Dokter Unpar adalah sebanyak 142 SKS, dengan program basic selama empat tahun,” kata Ernie kepada Tabengan, di Kampus PSPD Unpar, kemarin. Menurutnya, setelah lulus menjalani PSPD Unpar, mahasiswa dilanjutkan melaksanakan kepaniteraan, yaitu praktik belajar ilmu kedokteran klinik di berbagai rumah sakit. Sejauh ini, kata Ernie, seluruh mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan baik dari orientasi kampus sampai matrikulasi, dengan sangat antusias.
Petinggi Unpar Sibuk Sementara itu, Pembantu Rektor I Unpar Kumpiady Widen dan Sekretaris PSPD Unpar Tonich Uda yang coba dimintai penjelasannya terkait aktivitas mahasiswa baru kedokteran Unpar, terkesan enggan ditemui. Para petinggi Unpar sepertinya sangat hati-hati terhadap wartawan yang berniat mencari kebenaran informasi. “Untuk sementara saya lagi sibuk, nanti ada saatnya saya panggil untuk memberi penjelasan tentang aktivitas perkuliahan Program Studi Pendidikan Dokter Unpar. Saya takut salah, kalau buru-buru memberi keterangan,” ucap Kumpiady yang disambangi Tabengan di kantornya, Senin (23/8). Hal sama juga disampaikan Tonich Uda. Ditemui terpisah, Tonich mengatakan, belum siap memberi keterangan seputar aktivitas perkuliahan PSPD Unpar, karena alasan masih berkoordinasi dengan Pembantu Rektor I Unpar sambil menyusun program-program studi pendidikan dokter. “Ada saat saya hubungi nanti,” ujar Tonich. Informasi perkembangan kampus kedokteran Unpar sebenarnya sangat ditunggu. Apalagi, program ini melibatkan dukungan bupati/walikota se-Kalteng yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat di masa akan datang. Bahkan, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang pun telah mencanangkan Program Kalteng Harati (Cerdas). Unpar sebagai salah satu barometer perguruan tinggi negeri di Kalteng, tentu sangat diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan memajukan pembangunan pendidikan di Bumi Tambun Bungai. ded
|
|
|
|
|
||