Unpar Cetak 2.350 Sarjana dan Pascasarjana
30-08-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Universitas Palangka Raya (Unpar) kembali mencetak sarjana baru. Periode Agustus 2010, sebanyak 2.350 lulusan sarjana dan pascasarjana telah diwisuda di Aula Palangka Unpar, Sabtu (29/8).

Rinciannya, untuk jenjang S2 berjumlah 48 orang dan S1 sebanyak 2.302 orang melalui jalur reguler dan jalur percepatan. Lulusan S1 berasal dari Fakultas Pertanian 35 orang, Fakultas Teknik 39 orang, Fakultas Hukum 42 orang, Fakultas Ekonomi 109, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2.098 orang. Sementara, wisudawan terbaik diraih Maria Novary Ngabut dari Pascasarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.

Rektor Unpar Drs Henry Singarasa MS menyebutkan, tingkat produktivitas Unpar khusus jalur reguler, sampai kuartal kedua tahun 2010 sebesar 13,9 persen. Secara kualitas, tingkat keberhasilan kelulusan periode Agustus 2010, 7,0 persen ber-IPK 2-2,49 dan 53,5 persen ber-IPK 2.5-2,99, serta 39,5 persen lulusan IPK 3,00 ke atas.

Menurutnya, dengan pencapaian indeks prestasi yang membanggakan dari wisudawan-wisudawati, dapat memberikan motivasi bagi semua untuk terus memperbaiki dan mengembangkan kualitas proses belajar mengajar.

Henry menekankan, dalam era yang semakin kompetitif, pendidikan dituntut untuk terus melakukan berbagai perubahan, ketersediaan, keterjangkauan, peningkatan kualitas, kesetaraan, dan kepastian memperoleh pendidikan.

”Dengan tetap mengacu pada azas otonomi demokratis, memerhatikan dan menghargai keragaman, serta dapat mendorong partisipasi dan apresiasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Henry, peningkatan kualitas pendidikan memang harus tetap menjadi perhatian dan tugas utama dari semua. Sebab itulah, sistem manajemen pengelolaan pendidikan di lingkungan Unpar akan terus dikembangkan secara bertahap.

Henry mengatakan, untuk tahun 2010 Unpar telah membuka dua program studi baru, Program Studi Pendidikan Dokter yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan didukung oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, serta pembukaan Program Studi Teknik Mesin.

”Hal ini dalam rangka pengembangan organisasi dan mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka perluasan ketersediaan dan keterjangkauan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan tinggi,” katanya. ded

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010