![]() |
|
|
||
|
||
|
||
|
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para sarjana lulusan Universitas Palangka Raya (Unpar) kali ini masih lebih banyak berharap menjadi pegawai negeri sipil (PNS) ketimbang menciptakan lapangan kerja baru. Apa sebab? Elvia, salah satu alumnus Fakultas Hukum Unpar mengungkapkan, setelah lulus kuliah dan mengikuti wisuda periode Agustus 2010, dirinya lebih memprioritaskan ikut seleksi penerimaan CPNS di berbagai instansi pemerintah yang membutuhkan sarjana hukum. ”Menjadi PNS merupakan cita-cita sejak kecil. PNS itu lebih memberikan jaminan pekerjaan yang tetap dibandingkan bekerja di perusahaan atau membuat lapangan kerja baru,” kata Elvia, kepada Tabengan, Senin (30/8). Meksipun fokus ke arah PNS, bukan berarti Elvia tidak berminat bekerja di perusahaan atau menciptakan pekerjaan baru. Hanya saja, kalau membuka usaha baru tentu membutuhkan modal banyak, sementara uang modal tidak mencukupi. ”Tapi, yang namanya nasib atau garis tangan tidak ada yang bisa menentukan, hanya Tuhan,” ucap Elvia lagi. Untuk itu, ia mengharapkan pemerintah dapat menambah jumlah formasi penerimaan CPNS guna mengimbangi jumlah lulusan sarjana yang tiap tahun makin bertambah. Hal senada diungkapkan Adi, sarjana lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unpar ini lebih memilih menjadi PNS yang sudah menjadi harapannya dan kedua orangtuanya. Apalagi, sesuai dengan Jurusan PGSD yang telah ditempuh selamanya hingga wisuda. Tentu lebih tepat pengabdiannya di bidang pendidikan dibandingkan sebagai pengusaha. Terkait ijazah, Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Pengelolaan Sistem Informasi (BAAKPSI) Unpar diharapkan segera memproses penyelesaian ijazah, agar para sarjana yang baru diwisuda juga dapat mengikuti penerimaan CPNS tahun 2010. Bino, alumnus Jurusan Matematika FKIP Unpar mengakui, hingga kini ia dan kawan-kawan masih menunggu penyelesaian ijazah tersebut. Besar harapan, bila ijazah telah diterbitkan, mereka berkesempatan ikut proses seleksi penerimaan CPNS. ”Jadi PNS sudah pasti terjamin, sesuai dengan jurusan yang diambil. Apabila tidak sesuai dengan bidang ilmu akan berdampak atau dapat terkendala saat menekuninya,” kata Bino yang lagi duduk-dukuk di lingkungan kampus. Lain halnya dengan Sepi, sarjana lulusan Teknik Sipil Unpar ini justru lebih memilih bekerja swasta atau perusahaan sebagai tenaga konsultan swasta, ketimbang jadi PNS. Alasannya, menjadi konsultan adalah cita-cita sejak kecil dan ilmu yang didapat sesuai yang dipraktikkan di lapangan. Saat ini ia bergabung dengan seniornya yang sudah lama lulus dari Unpar sebagai konsultan dan pemborong bidang jasa konstruksi, jalan, bangunan, dan irigasi. ded
|
|
|
|
|
||