Kondisi Pasien Berangsur Pulih
28-01-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


SAMPIT

 

Kondisi Wag, warga Seruyan yang dicurigai terinfeksi flu burung, kini sudah berangsur pulih. Kondisi paru-parunya baik. Wagub Achmad Diran meminta kandang unggas yang dicurigai terinfeksi agar diisolasi, dan memerintahkan pengetatan arus masuknya unggas dari luar daerah.

 

Kondisi salah satu warga Kabupaten Seruyan, Wag, yang diduga terjangkit virus mematikan H5N1 (flu burung) kini sudah berangsur pulih, setelah mendapat perawatan intensif dari tim medis RSUD dr Murjani Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).

Direktur RSUD Murjani Sampit dr Ratna Yuniarti didampingi tim dokter yang menangani pasien, Jumat (26/1), mengatakan, kondisi pasien sudah berangsur pulih setelah beberapa hari mendapat perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit.

Berdasarkan hasil laboratorium dan rontgen, kondisi paru-paru pasien terlihat baik-baik saja, artinya tidak seperti yang dikhawatirkan pada awal masuknya pasien tersebut. Ratna menjelaskan, jika pasien terkena atau terjangkit virus mematikan seperti dugaan sebelumnya, tentu kondisi paru-parunya menunjukkan kerusakan.

Pulihnya kondisi pasien ini ditandai dengan suhu badan normal, kemudian batuk dan pilek juga sudah tidak ada lagi. Jika suhu tubuh normal, otomatis tingkat penularan dari virus mematikan tersebut sudah menurun dan bisa dipastikan tidak akan menular kepada siapa pun yang berkontak langsung dengan pasien.

Ditambahkannya, 26 orang tim medis yang  terdiri dari 6 orang dokter, 14  perawat dan 6 orang penunjang yang menangani suspect flu burung dalam kasus ini, telah memberikan vaksin atau obat (tamiflu) kepada pasien.

Menurut Ratna, pihak rumah sakit akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada 2 orang pasien, Wag dan istrinya yang hingga saat ini belum diketahui latar belakangnya.

Dijelaskan, dalam kurun waktu 5 hari, jika kondisi pasien terus membaik, pihak rumah sakit tidak akan lagi mengisolasi 2 pasien itu, sebab dikhawatirkan akan membuat efek psikologis terhadap keduanya. “Kami khawatir jika pasien berlama-lama di dalam ruang isolasi, akan membuat mereka merasa terasing dari kehidupan luar,” kata Ratna.

Kendati demikian, tim dokter akan terus mengawasi dan memantau kondisi kedua pasien itu, dengan menempatkan mereka di ruangan khusus.

Terkait dengan hasil tes darah, Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di Jakarta, artinya pihaknya belum bisa memastikan positif tidaknya Wag terjangkit virus mematikan tersebut.

 

Isolasi Kandang

Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran meminta dinas dan pihak terkait mengisolasi sejumlah kandang ayam yang sudah benar-benar suspect flu burung. Hal ini ditegaskan Diran menanggapi kasus salah satu warga Kabupaten Seruyan bernama Wag yang saat ini sedang ditangani petugas medis di RSUD dr Murjani Sampit

Harus betul-betul diisolasi kandang-kandang itu. Palangka Raya juga sudah siap peralatan mengantisipasi menjaga kemungkinan,” jelas Diran di Palangka Raya, Jumat (27/1).

Tetapi untuk antisipasi, kata Diran, Kota Palangka Raya juga sudah melakukan persiapan di RSUD dr Doris Sylvanus, sebagai tindakan awal, lebih dulu menjaga kemungkinan terjadi juga terhadap warga di daerah Palangka Raya.

Terkait persoalan Palangka Raya masih membutuhkan pasokan unggas dari daerah lain, terutama dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Diran meminta aparat terkait yang menjaga di jalur masuknya unggas, memeriksa kondisi dan kelengkapan surat bahwa unggas memang terbebas dari penyakit tersebut.

Dikatakan, masuknya unggas dari Kalsel ke Palangka Raya tidak boleh distop, karena ketersediaan unggas di Palangka Raya tidak mampu memenuhi kebutuhan warga. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah memantau secara intensif semua truk dan pick up yang mengangkut unggas dari luar Kalteng.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kalteng Tute Lelo menegaskan, beberapa pekan terakhir pihaknya sudah memperketat masuknya ternak asal Banjarmasin.

“Kami tegas akan menolak apabila unggas tersebut tidak dilengkapi surat keterangan sehat atau bebas flu burung dari Dinas Perternakan setempat atau pengirim. Bahkan, meski ada surat keterangan bebas flu burung dari dokter hewan dari perternakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya menurunkan 3 orang petugas dan akan bergabung dengan tim dari Distanak Kotim untuk melakukan pengujian apakah ada unggas di lingkungan tempat tinggal pasien tersebut yang terkena flu burung atau sebaliknya. Sampai saat ini belum diketahui hasilnya dan kemungkinan masih memerlukan waktu sekitar 3 hari lagi. adn/dkw

 

 

 

 c-jay/c-fit

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010