![]() |
|
|
||
|
||
|
||
|
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA Jumlah pasien yang mendapat pelayanan di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya terus bertambah. Untuk menjawab kebutuhan itu, RSUD dr Doris Sylvanus terus menggiatkan pelayanannya. Menurut data yang diterima Tabengan dari RSUD itu pada Sabtu (28/8), jumlah kunjungan pasien rawat jalan dari Januari-Juli 2010 sudah mencapai lebih dari 70.000 orang. Dibandingkan tahun lalu, angka ini cukup fantastis. Pasalnya, jumlah itu baru tercapai hingga akhir tahun. Di samping pasien rawat inap, pasien rawat jalan pun terus bertambah. Setidaknya, sampai pekan kemarin, RSUD itu sudah melayani lebih dari 9.000 pasien. Pasien rawat inap paling banyak adalah penderita demam yang penyebabnya belum diketahui sebanyak 2.890 pasien, sedangkan penyakit terbanyak rawat jalan cedera yang dengan trauma (ydt). Sedangkan yang tanpa trauma (ytt) atau biasa disebut cedera ringan dan daerah badan multipel sebanyak 3.150 pasien. Meningkatnya jumlah kunjungan ini, menurut Dra Lilis Suriani MM, Wakil Direktur Bagian Umum RSUD dr Doris Sylvanus, merupakan bentuk kepercayaan publik atas pelayanan mereka. Peningkatan ini dinilai tidak memengaruhi kinerja rumah sakit. “Kami tidak merasa kesulitan sampai saat ini. Hanya saja untuk obat-obatan memang sedikit sulit didapatkan,” katanya, Sabtu (28/80. “Maka dari itu, kami berharap agar rumah sakit ini bisa segera menjadi rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar kami bisa mempermudah pengadaan obat-obatan dan perencanaan kebutuhan,” tambahnya. Lilis juga mengatakan, terkadang banyak kebutuhan-kebutuhan yang mendesak untuk pasien, tetapi belum bisa direalisasikan dengan cepat, karena harus menunggu dana yang dicairkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sampai saat ini, jumlah tenaga kerja yang melayani seluruh pasien di RSUD dr Doris Sylvanus lebih dari 700 orang. Pihak rumah sakit berharap, semua pasien dapat terlayani dengan baik. Rumah sakit terbesar di Kalteng ini sedang dalam proses pembimbingan akreditasi 12 pelayanan yang berkaitan pula dengan peningkatan pelayanan prima, SDM, dan peningkatan mutu peralatan. “Pada akhir tahun nanti, akan ada penilaian dari Tim Independen Kementerian Kesehatan atau Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS),” kata Lilis.yas
|
|
|
|
|
||