Puskesmas Tetap Jadi Pilihan Warga Miskin
31-08-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

PALANGKA RAYA

Meningkatnya jumlah pasien di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya tahun ini, tidak memengaruhi fungsi puskesmas. Bahkan, menurut dr Abram Sidi Winasis, salah satu dokter umum di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya, banyak warga kurang mampu yang lebih memilih berobat di Puskesmas dibanding rumah sakit.

“Kalau memang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit, baru kami kasih surat rujukan,” kata dr Abram saat ditemui Tabengan, Senin (30/8).

Dijelaskan Abram, pelayanan puskesmas menggratiskan semua biaya. Tapi kalau masuk rumah sakit, ada biaya tertentu yang harus dibayar. Ini yang kadang membuat masyarakat masih enggan berobat di rumah sakit, meskipun sudah menjadi peserta Jamkesmas.

Hanya saja, rumah sakit tetap menjadi rujukan puskesmas mengingat fasilitas dan peralatan yang lebih lengkap. Puskesmas juga tetap akan merujuk pasien yang butuh perawatan intensif ke rumah sakit.

Diakui dr Abram, warga yang memilih berobat ke rumah sakit rata-rata masyarakat dari golongan mampu untuk membayar biaya fasilitas rumah sakit. “Biasanya kalau hanya batuk pilek saja, puskesmas masih bisa membantu. Kalau sampai penyakit paru-paru atau TBC, tetap kami sarankan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan,” katanya.

Kendati sudah disarankan ke rumah sakit, diakui dr Abram, kadang masih banyak warga yang tetap memilih berobat di puskesmas. Apalagi, ada sejumlah penyakit yang masih bisa ditangani puskesmas. Puskesmas tetap menyerahkan kepada warga, memilih berobat ke puskesmas atau rumah sakit. 

 

Menyeberang Sungai

Pada bagian lain, dr Abram juga menjelaskan, saat ini Puskesmas Pahandut tengah menjalankan program-program kesehatan gratis bagi warga di wilayah kerja puskesmas itu. Program itu meliputi vaksinasi campak untuk anak-anak SD, kunjungan ke puskesmas pembantu (Pustu), dan puskesmas keliling (Pusling).

Untuk menjalankan program itu, ada tiga orang dokter yang bertugas secara bergiliran. Mereka melakukan kunjungan secara rutin ke masing-masing pustu dan pusling, yakni pada hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. “Setiap Senin, kami memprioritaskan untuk melayani warga yang bisa datang ke Puskesmas Pahandut,” kata dr Abram.

Pustu yang ada di wilayah Pahandut, antara lain Pustu Murjani, Pustu Rindang Banua, Pustu Pahandut Seberang, dan Pustu Tumbang Rungan. Untuk Pustu Tumbang Rungan, tim dokter masih harus menyeberang sungai untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. “Kasihan kalau warga dari sana harus berobat ke Puskesmas Pahandut, jadi dokter dari sini yang datang ke sana,” tutur dr Abram.

Ada lima unsur Puskesmas yang bertugas untuk pusling, yaitu dokter umum, dokter gigi/ perawat gigi, bidan, perawat, dan driver (sopir). Mereka berkeliling ke wilayah sekitar Pahandut untuk melayani kesehatan warga.

Dokter Abram juga mengklaim Puskesmas Pahandut banyak digunakan warga, terutama dari kalangan kurang mampu. “Makanya di puskesmas ini semuanya gratis, asalkan memperlihatkan KTP Palangka Raya. Mulai dari jasa dokter, obat-obatan, tindakan perawatan, hingga rawat inap dan UGD, tidak dipungut biaya,” akunya.yas

 

 

 

    Jadwal Pelayanan Puskesmas Pembantu Pahandut

 

Pustu

Jadwal

Sumber: Puskesmas Pahandut

 

 

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010