Ada Gerakan Politik Keliling Kampanyekan Pemerintahan Buruk
28-07-2010 00:00
Harian Umum Tabengan,  

MATARAM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling Indonesia menjelek-jelekkan pemerintahan. Gerakan itu mengatakan seolah-olah Indonesia akan hancur.
"Saya terima berita dari daerah. Ada sms, ada yang telepon, ada juga yang kirim surat. Ada yang sedang keliling kampanye seolah-olah Indonesia akan hancur. Di mata mereka seolah-olah Indonesia ini buruk sekali," kata Presiden di sela-sela pencanangan  Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram, Selasa (27/7) siang.
Presiden menyebut, kampanye itu mengingatkannya pada gerakan politik tahun 2006, di mana saat itu banyak kampanye yang menyebut Indonesia sudah berada di jurang kehancuran. Nyatanya itu hingga kini tak terbukti.
"Masak ada tayangan di televisi selama dua jam. Seluruh isinya tentang hal yang buruk semua. Saya pikir nggak jujur itu," kata Presiden.
Menurut dia, orang-orang yang melakukan tindakan itu adalah mereka yang tidak optimis, dan ingin menarik keuntungan. Siapa figur dan kelompok yang tengah dimaksud, Presiden SBY tak merincinya.
Kampanye yang menyebut Indonesia saat ini dalam kondisi yang jelek, kata Presiden pada akhirnya akan menyebabkan investasi di Indonesia tak jalan.
"Pesan saya pada jajaran pemerintahan, gubernur, bupati dan wali kota, terus jalankan tugas sebaik-baiknya. Ini cambuk bagi kita," kata Presiden.

Menanggapi SBY, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai Presiden seharusnya tidak menanggapi berlebihan.
"Seharusnya presiden tidak menanggapi itu dengan berlebihan," kata Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Pram, sapaan akrab Pramono, mengatakan, dalam sebuah negara demokrasi, orang yang berbeda pandangan dengan presiden adalah hal yang biasa.
"Ada baiknya presiden menganggap itu sebagai masukan dan kritik yang berarti untuk memberikan kemajuan ke depan. Bukan dengan (pernyataan) seperti itu," kata Pramono. d-com

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010