Harian Umum Tabengan,
JAKARTA
Daftar nama-nama anggota DPR yang sering tidak hadir alias membolos yang muncul di media, diprotes sejumlah politisi Golongan Karya (Golkar). Mereka mempertanyakan, mengapa daftar itu bisa sampai ke tangan wartawan.
"Kenapa bisa nama-nama kita ada di media, sekarang kalau anggota tidak hadir kita tanya kenapa pimpinan hanya satu yang hadir," protes Gandung Pardiman.
Interupsi itu disampaikan politisi Golkar ini dalam rapat paripurna di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (29/7).
Gandung mengatakan, seharusnya pimpinan DPR memberi contoh kepada anggotanya. "Kalau anggota nggak hadir dikejar-kejar seperti maling, nah sekarang apa bedanya kami sama ketua," katanya.
Gandung mengatakan itu karena rapat paripurna yang membahas sejumlah agenda ini memang hanya dipimpin Priyo Budi Santoso. Sementara empat pimpinan lainnya, seperti Marzuki Alie, tidak tampak.
"Kami minta diralat apa yang dipublish itu, kami tidak datang karena tugas kedewanan," ujarnya mengakhiri interupsinya.
Tantowi Yahya, politisi Golkar yang lain, juga meminta Sekjen DPR merevisi daftar yang sudah menjadi konsumsi publik itu. Menurutnya, seharusnya Sekjen DPR mengklarifikasi lebih dulu sebelum mengumumkannya ke pers.
"Kita memang tidak hadir untuk tugas, dan itu telah disetujui oleh fraksi. Sekjen harus meralat itu," ujar pria yang juga dikenal sebagai pembawa acara kondang ini.
Nudirman Munir, anggota DPR dari Golkar yang juga Wakil Ketua Badan Kehormatan bahkan bersuara lebih keras. Nudirman meminta pimpinan mengusut siapa yang menyebarkan daftar itu ke publik.
"Kenapa sekjen bisa sampai mengumumkan itu di media, pihak sekjen yang memberikan info harusnya diberi sanksi administratif," tegasnya. d-com