Dewan Malah Protes
30-07-2010 07:17
Harian Umum Tabengan,  

Bukan politisi namanya jiga bukan gandrung berargumentasi dan melancarkan protes. Karena itu, akibat pemberitaan luas media massa tentang ketidakdisiplinan anggota Dewan menghadiri rapat-rapat penting, bak api menyambar bensin. Merasa kebakaran jenggot, anggota Dewan pun melancarkan protes.

Seharusnya, pemberitaan pers itu bisa dijadikan contoh yang bagus bagi anggota Dewan dalam menerima kritikan. Tapi, ini malah sebaliknya, mereka berusaha membela diri dan memprotes. Inilah yang terjadi dalam mengawali rapat paripurna DPR RI, Kamis (29/7).

Sejumlah anggota Dewan, terutama dari politisi Golkar, memprotes peredaran daftar nama-nama anggota DPR yang sering tidak hadir alias membolos di media massa. Mereka mempertanyakan, mengapa daftar itu bisa sampai ke tangan wartawan.
Protes anggota Dewan makin kencang, sebab dalam rapat paripurna yang membahas sejumlah agenda penting itu hanya dipimpin Priyo Budi Santoso. Empat pimpinan lain, Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Anis Matta, dan Taufik Kurniawan tidak hadir karena alasan memiliki agenda lain.  Padahal, mereka seharusnya  juga hadir jika rapat paripurna digelar sebagaimana kewajiban aktif  anggota dewan lainnya.
Karena absensi keempat pimpinan itu, anggota Dewan dari politisi Golkar itu pun melancarkan protes keras. Alasan mereka, kalau anggota tidak hadir dikejar-kejar seperti maling. Padahal, anggota dan ketua tidak ada bedanya di hadapan absensi.

Protes semakin melebar ketika anggota Dewan meminta agar publikasi absensi di media massa diralat. Pimpinan Dewan juga harus mengusut pelaku yang menyebarkan daftar itu ke publik. Sebab, menurut mereka, seharusnya Sekjen DPR mengklarifikasi lebih dulu sebelum mengumumkan absensi itu kepada pers.
Sedapat mungkin, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun coba menjawab protes yang bergema di ruang sidang itu. Tentang daftar absensi merah itu, misalnya, Priyo mengatakan tidak pernah dilansir resmi oleh Sekjen DPR.  Daftar itu menjadi konsumsi publik bukan karena sengaja di-launching, tapi pinter-pinternya pers mencari data.

Tentang empat pimpinan sidang, Priyo meminta pengertian anggota atas bolosnya beberapa koleganya di pimpinan DPR. Sebab, memang ada pembagian tugas di antara pimpinan untuk melayani rakyat dan para tamu undangan. Ketua DPR Marzuki Alie sendiri sedang menerima tamu dari Aljazair sama perwakilan parlemen dari Afrika.

Protes dan perdebatan soal absensi serta alasan-alasan yang dikemukakan dalam rapat paripurna, kemarin, merupakan sebuah bukti baru bahwa anggota Dewan memang kurang mengutamakan kepentingan rakyat.  Apalagi ada permintaan anggota Dewan agar dilakukan pengusutan pelaku penyebar daftar absensi mereka itu.

Anggota Dewan seharusnya menjadikan kritik masalah absensi itu untuk memperbaiki kinerjanya dalam membahas hal yang lebih penting bagi rakyat, seperti kasus tabung gas. Tabung gas telah berubah menjadi ‘bom’ waktu yang dikirim ke rumah-rumah rakyat yang terus meledak dan memakan korban. Sejauh mana pansus tentang gas ini sudah bekerja?

Membela diri dari kritik dan menghabiskan waktu untuk memprotes mekanisme penyebaran informasi absensi yang buruk merupakan sebuah perilaku yang memalukan.

Fraksi dari masing-masing partai harus bertindak tegas kepada anggotanya yang memang sering bolos, selain perlu dikembangkan sistem absensi yang efektif dan sanksi pemotongan gaji. Bukan malah, lebih ngotot memprotes.

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010