![]() |
|
|
||
|
||
|
||
|
Harian Umum Tabengan,
Hasupa Rakyat adalah sebuah judul pertemuan langsung antara rakyat dan pemimpinnya yang dicetuskan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Pertemuan ini akan dilaksanakan pertama kali, 17 September mendatang, dan secara rutin digelar sekali sebulan. Gubernur bertemu langsung dengan rakyat Kalteng merupakan sebuah forum yang menarik dan penting. Menarik karena tidak banyak pemimpin di daerah ini memiliki waktu cukup untuk bertemu dengan rakyatnya. Di Kalteng, bukan rahasia umum apabila banyak bupati malah lebih sering pergi keluar dari daerahnya dengan berbagai alasan, termasuk untuk berpelesiran. Padahal dengan bertatap muka langsung dengan rakyat, seorang pemimpin akan dapat merekam berbagai aspirasi yang berkembang untuk dicarikan solusi pemecahannya. Pertemuan tatap muka Gubernur dengan rakyatnya merupakan saat ketika berbagai pendapat yang dikabarkan berita-berita di media maupun dari rakyatnya dapat diperbincangkan secara langsung. Sangat mungkin dari pertemuan itu kemudian lahir berbagai gagasan baru terhadap penyelesaian masalah yang berkembang.
Kekuatan pertemuan langsung berfungsi sebagai sumber saling kesepahaman yang mengagumkan. Rakyat yang takut kepada pemimpin, setelah berbicara langsung, akan mulai melihat pemimpin sebagai seorang manusia biasa, sebagai sahabat untuk mengadu atau curhat. Berkesan, juga karena Istana Isen Mulang, tempat penyelenggaraan Hasupa Rakyat, yang selama ini dianggap angker karena hanya untuk kalangan petinggi daerah, malah dijadikan sebagai “rumah” curhat rakyat. Kita merespons Hasupa Rakyat secara positif untuk membangun rasa pengertian yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat. Rakyat tidak perlu ragu menyampaikan uneg-uneg dan gagasan-gagasannya karena kemerdekaan berbicara dilindungi Undang-Undang. Kemerdekaan berbicara tidak boleh mengalahkan kemerdekaan untuk membangun rasa pengertian yang lebih baik. Pertemuan tatap muka, oleh ahli teori hubungan, akan meruntuhkan stereotip dan membangun pengertian serta kepercayaan yang sangat diperlukan. Pertemuan tatap muka merupakan sebuah cara mengembangkan hubungan penuh pengertian, kepercayaan, dan persahabatan antara rakyat dan pemimpin. Hubungan ini merupakan sebuah peluang untuk melibatkan seluruh rakyat untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kalteng ke depan. Meski demikian, banyak forum dialog yang akhirnya tidak menyisakan apa-apa karena rakyat disitir untuk kepentingan pencitraan pemimpin belaka. Pada masa lalu, contoh itu bisa diambil dari meriahnya penyelenggaraan kelompencapir. Rakyat disitir dengan pertanyaan yang telah disetting. Hasupa Rakyat tentu saja bukanlah kelompencapir. Hasupa Rakyat, yang pasti, lahir murni dari gagasan dan keinginan tulus seorang Gubernur untuk mendekatkan dirinya dengan rakyat serta menggali sebanyak mungkin informasi penting bagi pembangunan Kalteng ke depan. Gubernur Hasupa Rakyat, pada intinya, membuka kesempatan lebih luas kepada rakyat untuk terlibat dalam setiap kebijakan pemerintah. Forum ini sangat baik jika dilaksanakan secara konsisten dan suara rakyat benar-benar didengar. |
|
|
|
|
||