Jalan Kaki Tumbang Manggu-Palangka Raya
29-07-2010 00:46
Harian Umum Tabengan,  

Puas atas keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan di Kalteng, Sugianto membayar nazar dengan berjalan kaki dari Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan menuju Kota Palangka Raya.

Sugianto berangkat dari Tumbang Manggu, Minggu (25/7) pagi, tepat pukul 06.00 WIB. Setelah tiga hari tiga malam menyusuri jalanan, lelaki berusia 58 tahun ini akhirnya tiba di Kota Cantik. Rabu (28/7) kemarin, sekitar jam satu siang, Sugianto berada di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya.

Sambil membawa tas ransel di pundak, menjinjing tas kecil di tangan kanan, dan memegang sebilah parang di tangan kanan, bapak yang memiliki enam orang anak ini melintas sekalian mampir di Kantor Harian Umum Tabengan, Jalan Imam Bonjol.

Sugianto mengungkapkan, aksi jalan kaki ia dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas keberhasilan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten bersama DPRD, dalam menuntaskan pembangunan insfrastruktur jalan di Kalteng.

“Pembangunan insfrastruktur jalan yang menghubungkan Banjarmasin ke Palangka Raya, pada 1972, masih menggunakan kelotok atau kapal yang tempuh bisa mencapai 15 hari. Sekarang, jalan daratnya sudah tembus yang dapat ditempuh dalam sehari, termasuk Palangka Raya-Tumbang Manggu,” katanya.

Atas nama masyarakat Kecamatan Sanaman Mantikei dan Petak Malai, Sugianto juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena berhasil membangun jalan yang menghubungkan Tumbang Manggu ke Palangka Raya.

Selama dalam perjalanan, dirinya hanya makan satu kali dan minum dua botol aqua sehari. Sementara bekal pakaian, membawa secukupnya lima lembar baju kaus dan tiga lembar celana. Di perjalanan, Sugianto berjalan kaki sampai jam 21.00 WIB saja, setelah itu beristirahat. Bahkan, ia pernah tidur bersama pekerja pembuat jalan selama dua kali di pondok.

Diungkapkannya, selama perjalanan menemukan atau mendapati jalan yang tenggelam air, seperti di daerah Tumbang Samba, Tumbang Manyangen, sehinggga tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Selain itu, selama perjalanan menuju Kota Palangka Raya, dirinya mengalami luka lecet di bahu akibat membawa atau menggendong tas yang berisi pakaian dan celana.

“Apabila kesehatan masih memungkinkan, rencananya perjalanan akan dilanjutkan lagi dari Palangka Raya menuju Banjarmasin. Untuk sementara, beristirahat dulu dengan keluarga di Jalan Rajawali,” ucap pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu.

Sugianto berharap dan berdoa, dengan terpilihnya Agustin Teras Narang dan H Achmad Diran untuk kedua kalinya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2010-2015, pembangunan semakin maju dan masyarakat pun semakin makmur dan sejahtera. ded

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010