![]() |
|
|
||
|
||
|
||
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA
Suku asli terbesar yang menghuni Kalteng adalah suku Dayak Ngaju, Ma’anyan, Out Danum, Bakumpai, dan banyak subsuku lainnya, semuanya merupakan satu rumpun suku yaitu suku Dayak. Nilai kehidupan tradisional khas Dayak tersebut kemudian berakulturasi dengan kehidupan suku bangsa lainnya di negeri ini, yang semakin membuat berwarna dan khas, sehingga Kalteng menjadi multikultural dan multisuku bangsa. “Ini pula kemudian memperkaya khasanah budaya Provinsi Kalteng yang saat ini disebut pula sebagai Bumi Pancasila,” kata Gubernur Kalteng Agsutin Teras Narang dalam sambutannya saat acara jamuan makan malam dengan peserta Governors’ Climate and Forests (GCF) 2011 Anual Meeting, di Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur, Senin (19/9) malam. Dalam sambutan yang disampaikan dengan menggunakan Bahasa Inggris tersebut, Teras menyampaikan bahwa kondisi Kalteng terdiri dari beragam ekosistem alam. Pada bagian utara khususnya, terdiri dari Pegunungan Muller-Schawaner, yang merupakan daerah perbukitan atau dataran tinggi. Pada wilayah bagian tengah relatif datar melintang dari timur ke barat, sedangkan selatan merupakan dataran rendah, rawa gambut, dan paya-paya. Dikatakan, orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak di Kalteng, khususnya di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang memiliki areal mencapai 300 ribu hektare dan Taman Nasional Sebangau (TNS) seluas 500 ribu hektare. “Dengan demikian, saya dan masyarakat Kalteng patut berbangga sebagai tuan rumah pelaksanaan GCF, dimana wadah kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan kita bersama lebih banyak bertukar informasi sebagai nilai pembelajaran yang sangat berharga untuk kemajuan lingkungan, khususnya Kalteng dan umumnya untuk dunia,” kata Teras. Kegiatan jamuan makan malam ini diikuti hampir semua delegasi yang mengikuti pertemuan yang direncanakan berlangsung 20-22 September 2011 itu, termasuk Wakil Bupati Lamandau, Plh Bupati Kotawaringin Barat, dan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalteng. Para tamu undangan juga disuguhi tarian Dadas, yang dilanjutkan dengan santap malam bersama, diselingi hiburan. Diberitakan sebelumnya, sesuai jadwal, para gubernur GCF akan melakukan field trip (kunjungan lapangan) di 5 lokasi, Desa Petak Puti, Tumbang Nusa, Taman Nasional Sebangau, Laboratorium Alam Hutan Gambut dan Desa Pilang untuk melihat pengelolaan hutan berbasis masyarakat di sana. Dalam pertemuan yang membahas soal perubahan iklim dunia ini, akan diisi seminar dengan mengundang beberapa pihak sebagai pembicara, termasuk Teras Narang sebagai pembicara high level, juga akan menyampaikan paparannya. Pembicara lain, Marina Silva dan Eduardo Braga (Senator Brasil), Jose Luis Aguire Pastor dari Peru, Liyel Imoke dari Nigeria, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Gubernur Kalbar Cornelius, dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Total pembicara yang akan hadir mencapai 31 orang. Menurut rencana, kegiatan ini juga akan mengundang Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Luar Negeri, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Dewan Nasional Perubahan Iklim, Duta Besar negara anggota GCF (USA, Nigeria, Meksico, Brasil dan Norwegia), dan para Bupati se-Kalteng. str |
|
|
|
|
||