![]() |
|
|
||
|
||
|
||
|
PALANGKA RAYA
TPI Kalteng mengungkapkan inflasi di provinsi itu per Desember 2011 berada pada angka 4,55 persen, di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalteng 2011, sebesar 6 persen. Menekan kemungkinan naiknya inflasi, Kalteng terapkan 6 aksi.
Guna menekan kenaikan angka inflasi pada 2012, Pemprov Kalteng merencanakan 6 aksi. Meliputi, menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga beras, harga daging ayam ras, harga ikan segar, harga cabai, harga bawang merah, serta menjaga dan mengelola ekspektasi masyarakat terkait dengan inflasi. Keenam aksi itu dipaparkan Tim Pengendali Inflasi (TPI) Kalteng, Jumat (27/1), melalui Pimpinan Bank Indonesia Palangka Raya Amalinson Sembiring pada acara High Level Meeting dengan TPI di Ruangan Serba Guna Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat (27/1). Selain Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, pertemuan itu dihadiri Sekdaprov Siun Jarias, Asisten II Dayabhakti Gara, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Sekda Kota Palangka Raya Sanijan S Toembak, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Panusunan Siregar, mewakili Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut, serta undangan lainnya. Ia menjelaskan, inflasi Kalteng per Desember 2011 berada pada angka 4,55 persen, tetap berada di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalteng 2011, sebesar 6 persen. Sedangkan inflasi Palangka Raya sebesar 5,28 persen dan Sampit sebesar 3,60 persen (Year on Year). Bahkan, berdasarkan data tersebut, inflasi Sampit lebih rendah dari inflasi nasional. Sedangkan yang menyebabkan rendahnya tekanan inflasi, sebut dia, salah satunya karena didukung oleh sinergitas semua pihak yang semakin intensif. Di samping itu melalui koordinasi pengendalian inflasi, baik TPI Palangka Raya dan TPI Sampit yang dijadikan sampel dalam pengambilan data, serta peran masyarakat yang mulai memahami dampak dari inflasi. “Perlu menjadi perhatian bersama, bahwa dilihat dari data statistik, inflasi bulanan berfluktuasi. Terkadang naik, terkadang turun pada 2011. Hal ini karena pengaruh besarnya kontribusi kelompok sandang berupa emas. Sementara pada September 2011, dipengaruhi oleh udang basah dan Desember oleh ayam ras,” jelas Sembiring. Ia menambahkan, masalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga ikut mempengaruhi terjadinya kenaikan inflasi, selain bahan pokok dasar lainnya, terutama pada tingkat nasional. Tetapi untuk Kalteng, tidak terlalu memberi pengaruh besar. Dalam kesempatan itu Teras Narang menyampaikan, inflasi Kalteng pada 2011 menurun dari 2010. Ia menekankan, supaya seluruh instansi terkait memerhatikan semua jenis kebutuhan pokok yang dapat memengaruhi kenaikan inflasi, terutama untuk tahun 2012. “Perlu menjadi perhatian semuanya, kebutuhan dasar masyarakat yaitu beras. Kalau ingin menjadi lumbung padi nasional, harus dimulai dari sekarang. SKPD terkait segera melakukan koordinasi terhadap semua program yang bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Teras. Menanggapi perkiraan TPI Kalteng yang menyebutkan kemungkinan ada kenaikan inflasi pada Juli-Agustus 2012, Teras meminta seluruh SKPD melakukan tindakan antisipasi lebih awal. “Diinstruksikan, SKPD supaya melakukan rapat untuk membahas rencana antisipasi tersebut,” katanya.adn
|
|
|
|
|
||