Hiswana Migas Desak Pertamina Atasi Kekosongan Elpiji 12 Kg
28-01-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


PALANGKA RAYA

 

Himpunan Pengusaha Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Palangka Raya mendesak PT Pertamina (Persero) mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekosongan gas elpiji 12 kilogram yang terjadi sejak sepekan terakhir ini.

Ketua DPC Hiswana Migas Palangka Raya Andrey L Narang di Palangka Raya, Jumat (27/1), mengatakan, PT Pertamina tidak bisa begitu saja membiarkan terjadinya kekosongan gas elpiji. Karena terjadinya kekosongan gas elpiji 12 kg sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Apalagi, akibat kekosongan pasokan menyebabkan harga di tingkat pengecer melambung hingga Rp170 ribu/tabung.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut. PT Pertamina harus memerhatikan dan mengambil langkah untuk mengatasi kekosongan pasokan gas elpiji tersebut,” kata Andrey.

Andrey menilai, terjadinya kekosongan gas elpiji tersebut membuktikan kalau PT Pertamina tidak mampu menyediakan kebutuhan warga masyarakat akan gas elpiji.

Dengan kondisi demikian, kata Andrey, sebaiknya jangan bicara soal rencana konversi minyak tanah ke gas, di mana untuk Provinsi Kalteng program tersebut akan mulai dilaksanakan pada 2012.

Ia mencontohkan Provinsi Kalsel yang telah melaksanakan program konversi mitan ke gas pada 2011, saat ini warganya mulai teriak karena tidak tersedianya gas elpiji 3 kg, sehingga ramai-ramai kembali ke mitan.

“Konversi minyak tanah ke gas perlu dipertimbangkan dan dikaji lebih matang,  selama infrastruktur atau sarana dan prasarana untuk ke arah ini belum lengkap,” ujar Andrey.

Saat ini, ungkap Andrey, hal yang cukup mendesak dilakukan adalah bagaimana PT Pertamina mampu memenuhi ketersediaan dan kebutuhan akan gas elpiji 12 kg, sehingga masyarakat tidak kesulitan memperolehnya.

Sebelumnya diberitakan, sejak sepekan terakhir ini gas elpiji 12 kg di Kota Palangka Raya dan sekitarnya sulit didapat, menyebabkan harga di tingkat pengecer melambung mencapai Rp150 ribu-Rp170 ribu/tabung, bahkan pernah sempat menyentuh Rp190 ribu-Rp200 ribu di beberapa pengecer.

Menurut pihak distributor gas elpiji yang ada di Kota Palangka Raya, PT Tekun Barutama Palangka Raya dan PT Era Buana Kalimantan, kekosongan terjadi karena tersendatnya pasokan dari PT Pertamina Balikpapan ke Depo Banjarmasin. jsi

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010