Ibu-ibu Rebutan Telur Penerang Hati
28-01-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Jalan dr Murjani Gang Sari 45 Palangka Raya, Kamis (26/1) petang, berlangsung meriah. Usai mendengar ceramah, ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim rebutan membeli telur penerang hati.

 

Lantunan syair-syair Maulid Habsyi terdengar syahdu dari corong pengeras suara. Ratusan jemaah laki-laki maupun perempuan yang hadir dengan mengenakan busana khas muslim dan muslimah itu, tampak tertegun khusyuk mendengarkan.

Sesekali, mulut mereka juga terlihat ikut komat-kamit mengiringi syair salawat yang dibacakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap kali Bulan Rabiul Awal tiba, umat Islam di mana pun berada, termasuk Kota Palangka Raya, selalu merayakan Maulid Nabi.

Konon, menurut sejarahnya, hari kelahiran junjungan umat Islam tersebut pada tanggal 12 Rabiul Awal kalender hijriah. Untuk mengenang dan memuliakannya, maka para pengikutnya menggelar berbagai macam acara.  

Di Jalan Murjani Gang Sari 45, kegiatan keagamaan kali ini diselenggarakan oleh H Sudadi bekerja sama dengan Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Ghoits. Pihak panitia mendatangkan penceramah Habib Muhammad Syahab, yang juga pengasuh Majelis Ta’lim Al-Anwar Jakarta Timur.

Usai pembacaan syair Maulid Habsyi, acara dilanjutkan dengan pengajian ayat suci Alquran, dan ceramah agama. Dalam ceramahnya di depan ratusan jemaah anggota Majelis Ta’lim, Habib Syahab mengingatkan agar kita selalu sabar dalam menghadapi segala ujian dan masalah. Selalu beribadah, saling membantu, dan menghormati antarsesama.

“Bagi umat muslim, yang memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan mendapat yang besar dari Allah SWT,” ucap Habib Syahab.

Habib berwajah tampan ini juga berpesan kepada kaum wanita agar selalu taat, berbakti, dan cinta kepada suami. Karena suami adalah pemimpin rumah tangga. Intinya, ia meminta agar semua mencontoh sifat-sifat Rasulullah SAW. Usai menyampaikan tausiyah, Habib Syahab memimpin doa dan zikir bersama.

Yang menarik dari acara ini, panitia menjual sebanyak 3.000 butir telur penerang hati untuk jemaah. Telur yang lebih dulu dibacakan doa oleh Habib Muhammad Syahab itu dijual seharga Rp5.000 per butir. Barang siapa yang memakan telur tersebut, diyakini akan terbuka mata hatinya dan mendapatkan petunjuk.

Kontan saja, para ibu langsung berebutan untuk mendapatkan telur tersebut. Mereka rela mengeluarkan uang bahkan tidak hanya beli 1 butir, tetapi bagi yang punya uang lebih membeli hingga beberapa butir. Tak sampai 10 menit, telur penerang hati yang disediakan pihak panitia ludes tak tersisa.

Bukan cuma telur penerang hati yang menarik perhatian para jemaah, sang penceramah pun tak luput dari sasaran. Mereka meminta izin kepada Habib Muhammad Syahab agar mau foto bersama. Dengan senyum Habib pun mengiyakannya. gusti ichwan effendi

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010