Kebutuhan Listrik di Kalteng 125,941 MW
06-02-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


PALANGKA RAYA

 

Upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakatnya terus dilakukan Pemprov Kalteng. Selain membangun jaringan dan pembangkit listrik tenaga uap, pemanfaatan sumber energi baru terbarukan juga tidak luput dari program tersebut.

 

Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran mengungkapkan, kebutuhan energi listrik di wilayah itu sebesar 125,941 mega watt (MW), sementara yang terpasang baru sekitar 90,713 MW.

Untuk menutupi kekurangannya, diperoleh dari suplai sistem Kalselteng yang dikirim melalui jaringan transmisi 150 KV, baik dari gardu induk Kapuas maupun Pulang Pisau dan Palangka Raya.

Kebutuhan energi listrik ke depan, ujar Diran, diperkirakan naik sebesar 15 persen. Hal ini sejalan dengan pesatnya pembangunan, khususnya di Kota Palangka Raya sehingga diperlukan langkah-langkah untuk mendukung kebutuhan tersebut.

"Langkah-langkah itu antara lain dengan dimulainya pembangunan PLTU Pulang Pisau 2x60 MW, PLTU Sampit 2x25 MW dan percepatan pembangunan transmisi tegangan tinggi 150 KV Palangka Raya-Sampit dan Sampit-Pangkalan Bun yang dilakukan pada 2012," kata Diran di Palangka Raya, pekan kemarin.

Selain itu, lanjut dia, kondisi listrik desa di Kalteng sampai akhir tahun 2011, dari 1.510 desa dengan jumlah rumah tangga 617.052, yang sudah dapat menikmati penerangan listrik sebanyak 949 desa dengan 379.263 rumah tangga sudah terpasang jaringan listrik.

"Rasio desa berlistrik di Kalteng hingga akhir tahun 2011 sebesar 65,6 persen dan rasio elektrifikasi atau rumah tangga berlistrik sampai akhir tahun 2011 sebesar 61,4 persen," terangnya.

Menurut Diran, saat ini terdapat sekitar 237.89 rumah tangga di Kalteng pada 561 desa belum menikmati penerangan listrik. Ia berharap semua warga ini mendapat jaringan listrik secara bertahap di masa mendatang.

"Dalam upaya mencukup listrik, pada tahun 2011 telah terpasang 20.065 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kalteng. Selain itu telah terpasang sembilan unit pemanfaatan energi air berupa mikrohidro di 3 kabupaten," tegasnya.

Pada 2011, juga telah dilaksanakan proyek percontohan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Desa Sungai Baru, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara. Dari hasil percontohan ini, diharapkan juga dilakukan pengembangan ke desa-desa lainnya di Kalteng.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalteng Yulian Taruna melalui Kapala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Tomas Sembiring, mengatakan, pada tahun tahun ini pemerintah mengalokasikan dana untuk pembangunan sekitar 500 unit PLTS. Daerah yang mendapatkan bantuan tersebut, Kabupaten Kapuas, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan PLTS terpusat di Kabupaten Gunung Mas.

“Selain bersumber dari dana APBN, pada tahun ini Kalteng juga mendapatkan bantuan PLTS terpusat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” ungkap Tomas.

Menurut Tomas, dari sekian banyak potensi sumber energi di Kalteng, yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemanfaatan energi angin di sepanjang garis pantai di 7 kabupaten di Kalteng, dimana untuk percontohannya telah dibangun di Kabupaten Sukamara. Pasalnya, potensi angin di Kalteng di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas, dinilai cukup potensial.

Selain itu, energi surya juga sangat potensial, karena intensitas cahaya matahari di Kalteng cukup tinggi, sekaligus untuk memanimalisasi dampak rumah kaca dan pemanasan global.dkw/ant

 

 

 

 

    

  

     

 

 

 

 

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010