Kalteng Kembangkan Potensi Gas Metana Batubara
06-02-2012 00:00
Harian Umum Tabengan,  


PULANG PISAU

 

Sebuah perusahaan modal asing kerja sama Indonesia-Korea mengembangkan potensi gas metana batubara di Desa Badirih, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. Gubernur Teras Narang memberikan dukungan demi meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

 

Pemprov Kalteng mendukung rencana mengembangkan potensi gas metana batubara untuk memenuhi kebutuhan gas nasional di masa mendatang. Dukungan itu diberikan terutama dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalteng khususnya, dan  serta bangsa Indonesia pada umumnya.

Dukungan itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Pulang Pisau, pekan kemarin, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setdaprov Daya Bakti A Gara. Rencana mengembangkan potensi gas metana batubara di Kalteng itu, diawali dengan melakukan eksplorasi oleh PT Uangel Sigma Energi, perusahaan modal asing kerja sama Indonesia-Korea di Desa Badirih, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.

Pemanfaatan gas metana batubara di Indonesia, kata Teras, belum optimal dan baru akan dikembangkan lebih lanjut setelah memasuki krisis energi khususnya bahan bakar minyak akibat harga minyak mentah di dunia melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.36/2008 tentang Pengusahaan Gas Metana Batubara, diharapkan dapat membuka peluang pengembangan menjadi sumber energi alternatif.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut akan berhadapan dengan tantangan dan hambatan, terutama para pemilik izin usaha pertambangan, perkebunan dan kehutanan serta sektor lainnya terkait tumpang tindih perizinan.

Gas metana batubara merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Dampak lingkungan hidup dari emisi BBM tereduksi, ekspor minyak meningkat, devisa negara bertambah dan penyerapan tenaga kerja juga meningkat.

"Dalam pembangunan nasional, minyak dan gas bumi mempunyai peranan penting, terutama sebagai sumber energi dalam negeri, sumber penerimaan negara dan devisa serta menjadi bahan baku industri nasional," katanya.

Sebelumnya, Bupati Pulang Pisau  Achmad Amur mengatakan bahwa gas metana batubara selain untuk memenuhi kebutuhan gas nasional, juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas ke Pembangkit Listri Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau.

"Dengan dimulainya ekplorasi gas metana batubara oleh PT Uangel Sigma Energi di Desa Badirih, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal, serta mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi," katanya.

Ada lima titik lokasi gas metana batubara di Kabupaten Pulang Pisau yang dieksplorasi oleh PT Uangel Sigma Energi di PPU 3 Desa Badirih. Selain itu, juga akan dilakukan pengeboran pada PPU 1 di Desa Kiapak dan PPU 2 di Desa Terusan Batu Raya, Kecamatan Kahayan Kuala, serta PPU 4 dan 5 di Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir.ant

Copyright Harian Umum Tabengan © 2010