![]() |
|
|
|||||||
|
|||||||
|
|||||||
|
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA Sebanyak 38 orang pejabat eselon II di lingkup Pemprov Kalteng, Kamis, (29/7), wajib mengikuti tes psikologi di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng. “Ini bagian dari apa yang disebutkan Pak Gubernur kita dengan istilah reformasi birokrasi betul-betul dilaksanakan. Kemampuan seperti apa yang dimiliki dalam melaksanakan tugas, jadi dilakukan dengan apa yang disebut dengan istilah tes psikologis atau assasmen,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalteng Kardinal Tarung yang disambangi ketika masa istirahat siang. Meteri yang diberikan, kata Kardinal, tidak jauh dari seperti apa seseorang bisa dianggap berkompeten dalam bidang tugasnya. Kemudian apakah mempunyai komitmen tinggi dalam melaksanakan tugas dan menempatkan diri sebagai yang pantas ditiru dalam malaksanakan tugas-tugas kepemimpinan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari penuh. Kardinal mengaku tidak sempat menghitung berapa jumlah soalnya, karena beragam. Dari pantauan Tabengan, tampak beberapa peserta terlihat sangat serius, bahkan ada yang tegang. “Sebenarnya tidak juga dikatakan tegang, tapi lebih pada menunjukkan keseriusan,” kata Kardinal. Hal ini tidak lain untuk menampakan komitmen sebagai pejabat yang pada saatnya nanti membantu Gubernur yang bisa melaksanakan tugas-tugas terutama membantu untuk menyukseskan visi misi Gubernur. Rigumi, Staf Ahli Gubernur yang mengikuti kegiatan tersebut mengakui, saat mengerjakan beberapa soal ada sedikit perasaan tegang dan bingung. Namun hal ini bukan hal baru bagi Rigumi, karena sekitar sepuluh tahun lalu dia juga sudah mengerjakan hal seperti ini. “Dari pengalaman yang dulu, beberapa soal kurang lebih seperti ini, hanya sekarang coraknya lebih fokus pada menjaring kemampuan seseorang eselon II, terutama dari sisi intelektual, kompetensi, dan kesempatan,” kata Rigumi. Kesulitan yang dialami terletak pada penghitungan dan konsistensi, normal dan normatif, misalkan dalam hal menggambar. “Bagaimana dalam menggambar, kemudian gambar itu diuraikan kembali, potongannya apa, orang ini apa, hobi apa, tujuannya apa, harus bisa dijabarkan, kemudian menggambar pohon dan rumah, kalau orangnya lebih besar dari rumah akan dipertanyakan,” kata Rigumi. Menurut informasi, yang melakukan tes psikologis ini dilakukan oleh tim Integrita, sebuah lembaga konsultan psikologi profesional yang berkedudukan di Jakarta. Hampir semua pejabat eselon II mengikuti tes psikologis ini, tampak terlihat Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Hardy Rampay, Kepala Dinas Perhubungan M Hatta, Kepala Dinas Kesehatan Don F Laiden, Staf Ahli Gubernur Basuniansyah, dan beberapa Kepala SKPD, dan Kepala Biro lainnya. Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, akan menggunakan jasa psikolog untuk mengetahui kemampuan para pejabat yang akan membantunya membangun Kalteng. “Dari hasil tes psikologi ini, akan kita jadikan sebagai acuan untuk menempatkan sesoarang sehingga pas dengan kemampuannya,” kata Teras. str
|
|
||||||
|
|
|||||||