![]() |
|
|
||
|
||
|
||
|
Harian Umum Tabengan,
PALANGKA RAYA Guna membantu menurunkan harga bahan pokok yang mulai melonjak menjelang Lebaran 1431 H, Pemprov Kalteng diminta menggelar operasi pasar murah (OPM). Hal itu disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kalteng Kamaruddin Hadi, belum lama ini. Tak hanya di provinsi, ia juga meminta Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota menggelar hal serupa. Instansi lain juga diminta mendukung OPM tersebut, termasuk pihak Bulog. Kegiatan itu wajib dilakukan, karena pihaknya banyak mendapatkan keluhan masyarakat terkait kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir Dengan OPM, kebutuhan pokok akan tetap tersedia di tengah-tengah masyarakat. Para spekulan juga akan berpikir dua kali untuk menahan persediaan dengan tujuan mempermainkan harga. “Ketika operasi pasar murah itu dapat menurunkan 30 persen di bawah harga pasar, maka hasilnya akan signifikan. Pasar murah ini ini sebaiknya dilaksanakan pada satu kawasan tertentu yang jauh dari pantauan pemerintah. Dengan demikian akan sangat membantu masyarakat setempat,” katanya. Pemerintah harus peka melihat kondisi pasar, jangan membiarkan oknum-oknum mempermainkan harga di pasaran, dengan begitu maka proses perekonomian dimasyarakat tetap stabil.
Paling Lambat H-7 Sementara, Kepala Bagian Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kalteng Masmulyani di dampingi Kepala Seksi Bina Pasar dan Produksi Ilham Fauzi mengutarakan, OPM akan dilaksanakan paling lambat H-7 Lebaran, sebagai respons pemerintah atas keluhan masyarakat tingginya harga sembako. Jadwal pelaksanaannya diserahkan pada dinas terkait kabupaten/kota se-Kalteng. Sedangkan untuk tingkat provinsi, rencananya dilaksanakan sekitar pada 2-4 September mendatang. Pemerintah melalui anggaran APBD telah mengucurkan dana sebesar Rp600 juta untuk OPM menjelang lebaran Idul Fitri ini. ”Penyelenggaraan pasar murah ini bekerja sama dengan instansi lain seperti TP PKK dan Darma Wanita kabupaten/kota se-Kalteng,” katanya, Jumat (27/8). Sebanyak 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng mendapatkan bantuan dana untuk operasi pasar dengan nilai yang berbeda, tergantung jumlah penduduk. Daerah berpenduduk banyak seperti Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat mendapatkan dana sangat besar, bahkan ada yang mencapai Rp45 juta. Selain itu, kabupaten dan kota juga umumnya mendapat kucuran bantuan serupa dari pemerintah daerah masing-masing. Waktu pelaksanaan OPM dan jenis barang kebutuhan yang dijual di pasar murah, sepenuhnya diserahkan kepada kabupaten/kota masing-masing. Karena, mereka lebih mengetahui apa yang paling dibutuhkan masyarakatnya saat ini, dan pelaksanaannya akan melibatkan distributor lokal. “Meski harga sembako di Kalteng saat ini relatif tinggi, namun masih stabil. Operasi pasar murah ini diharapkan bisa mencegah terjadinya gejolak harga menjelang Lebaran,” katanya. Sebelumnya, dipaparkan pula oleh Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran saat menyampaikan Jawaban Gubernur pemandangan umum anggota DPRD Kalteng, menjelaskan, harga beberapa komoditas belakangan terakhir mengalami kenaikan akibat pergeseran musim, serangan hama dan banjir di berbagai daerah. Hingga saat ini, fluktuasi harga masih terjadi, ada yang mengalami kenaikan dan ada pula yang mengalami penurunan. Komoditas yang mengalami kenaikan seperti beras kualitas premium, super, cabe, daging sapi dan telur ayam ras. Harga yang mengalami penurunan seperti seperti gula pasir, bawang merah, bawang putih dan daging ayam ras. “Namun masyarakat tidak perlu resah karena persedian barang cukup untuk pemenuhan kebutuhan selama bulan Ramadhan, karena ketersediaan kebutuhan pokok dan pendistribusian relative lancar dan tidak ada hambatan,” papar Diran.rjt/ris
|
|
|
|
|
||